Kasus HIV/AIDS di Bangka Meningkat, 69 Orang Terjangkit dan 10 Meninggal Dunia

BANGKA, BN BABEL

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka mencatat peningkatan kasus HIV/AIDS yang signifikan. Pada tahun 2023, terdapat 61 orang dengan status Orang Dengan AIDS (ODA), dan di Februari 2024, jumlahnya meningkat menjadi 69 orang.

Jumlah kematian akibat HIV/AIDS juga meningkat. Pada tahun 2023, 8 orang pasien meninggal dunia, dan di tahun 2024, jumlahnya bertambah menjadi 10 orang.

PLT Kepala D inkes Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi, SKM, M.KM, M. Biomed, SC, mengungkapkan data ini kepada wartawan pada hari Selasa (6/2/2024).

Kecamatan Merawang Tertinggi

Dari 69 ODA di Bangka, Kecamatan Merawang memiliki kasus tertinggi dengan 9 orang. D isusul oleh Sungailiat (8 orang), Mendo Barat (5 orang), Bakam (5 orang), Belinyu (5 orang), Riau Silip (5 orang), Pemali (2 orang), Puding Besar (2 orang), dan di luar wilayah sebanyak 22 orang.

Baca juga  Listrik Padam Disaat Pers Conference di Desa Wisata Tari Rebo, Sandiaga Uno Kecewa Dengan PLN

“Data ODA ini tercatat di Puskesmas-puskesmas yang tersebar di Kabupaten Bangka,” kata Nora.

Sementara itu, 10 ODA meninggal dunia pada tahun 2023-2024. Sungailiat dan Belinyu masing-masing memiliki 2 kasus kematian, Puding Besar 2 kasus, Bakam 1 kasus, dan di luar wilayah 3 kasus.

Peningkatan kasus HIV/AIDS ini menjadi perhatian serius bagi D inkes Bangka. Upaya pencegahan dan edukasi akan terus d ilakukan untuk menekan angka penularan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS.(*)