BANGKA, BNBABEL
Kolong Sumber Air Baku PDAM Tirta Bangka di Dam 1 Pemali kembali menjadi sasaran penambang timah ilegal, meskipun gencar dilakukan giat dan program penghijauan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Gubernur dan unsur Forkompinda.
Menurut warga Dusun Tutut, beberapa hari lalu terlihat 4 orang penambang membawa alat-alat pertambangan ke kawasan Dam 1 Pemali.
“Sudah ada lagi penambang yang datang bawa mesin tambang ke Dam 1 Pemali. Tapi kurang tahu mereka kerjanya di sebelah mana,” ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa (5/3/2024).
Sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa aksi penambangan ini dibackingi oleh oknum Aparat Penegak Hukum (APH) dari Kepolisian yang membawa sejumlah pengawas dari Muara Dua, Provinsi Sumatera Selatan.
“Ada yang ngurus para penambang dari Muara Dua. Jadi penambang mulai berani masuk. Dan sebagian juga ada warga Tutut yang bekerja,” terangnya.
Aktivitas para penambang ini dilakukan pada malam hari, sama seperti pada awal Oktober 2023 silam. Bahkan perangkat lingkungan sekitar pun diduga terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal di Dam 1 Pemali.
“Kerjanya malam hari. Kalau siang hari sepi, jadi kalau razia siang-siang percuma,” ungkapnya.
Informasi tentang penambangan ini langsung direspon Satpol PP Kabupaten Bangka. Tim yang dipimpin Kabid Tibumtransmas, Indrata Yusaka, Selasa siang mendatangi lokasi Kolong Sumber Air Baku PDAM Tirta Bangka, namun tidak ditemukan aktivitas penambangan timah ilegal.
“Mungkin pindah koordinat dan kerja pada malam hari. Kita kroscek lagi nanti,” ujar Indrata seizin Kasat Pol PP Kabupaten Bangka.*[]






