Kemenag Apresiasi Penerbitan Modul Mendampingi Anak Belajar

JAKARTA,BNBABEL.COM -Pandemi mengubah tatanan pembelajaran, yang semula tatap muka (luring) kini menjadi jarak jauh (daring). Karena itu orang tua diharap mendapatkan porsi pendampingan anak lebih dari biasanya selama mereka belajar di rumah.

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali Ramdhani mengapresiasi penerbitan modul Mendampingi Anak Didik Belajar dengan Gembira dan Berakhlakul Karimah Aktif.

Dikatakan modul ini disusun oleh tim Rumah Kita Bersama dibawah pimpinan Lies Marcoes.

Menurut Dirjen Pendis, modul ini penting dalam penguatan pembelajaran akhlak.

“Pembelajaran akhlakul karimah adalah keharusan,” ujar Guru Besar UIN Bandung saat memberikan sambutan pada rilis modul Mendampingi Anak Didik Belajar dengan Gembira dan Berakhlakul Karimah Aktif, di Jakarta, Jumat (11/06).

Dikatakan pria yang akrab disapa Dhani ini, setidaknya ada tiga kunci penyelenggaraan pendidikan karakter, baik di lingkungan satuan pendidikan, masyarakat maupun keluarga.

Baca juga  Tim Menko Marves Tinjau Pabrik Mineral Ikutan PT Bersahaja

“Pertama, Pendidikan karakter harus diorientasikan untuk menumbuhkembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh dan terpadu, untuk mengharmoniskan antara olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga,” tegas Dhani.

Yang Kedua, lanjut Dhani, pendidikan karakter mempersyaratkan adanya keteladanan dalam penerapan pendidikan karakter pada masing-masing lingkungan pendidikan baik satuan pendidikan, masyarakat maupun keluarga.

“Terakhir, Pendidikan karakter harus berlangsung melalui pembiasaan dan sepanjang waktu dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter tidak dibatasi pada ruang dan waktu tertentu,” jelas dia.

Ia pun mengapresiasi karya Rumah Kita yang menghadirkan proses pendidikan terbaik untuk anak-anak bangsa. Apalagi modul ini disajikan dengan format yang gembira penuh dengan kreasi dan rekreasi, dengan memasuk kan pendidikan karakter.

“Para guru selalu berkeinginan membangun bangsa lebih maju dengan cara-cara yang baik sehingga lahir anak-anak yang berkhlakul karimah,” harap Dhani.

Baca juga  Politik | Edisi 18 Januari 2025

Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemeng RI Eny Retno Yaqut saat menyampaikan Keynote Speak mengatakan penyusunan modul pengayaan untuk anak usia dini sangat penting dan strategis.

Hal ini menurutnya sejalan dengan program prioritas pemerintah di bidang penguatan pendidikan karakter dan moderasi beragama di Indonesia yang juga menjadi salah satu program utama di Kemewenterian Agama.

“Saya mendukung hasil riset Rumah kita tentang perlunya peningkatan kapasitas guru TK-PAUD dalam teknik mengajar yang lebih demokratis dan materi ajar tentang toleransi gender dan pendidikan karakter serta nilai-nilai universal Islam,” kata Eny.

Generasi muda saat ini, lanjut Eni, memiliki habit sendiri, jadi materi maupun modul pembelajaran harus disesuaikan dengan karakter mereka pada saat ini.

“Modul ini merupakan sebuah terobosan yang patut dihargai dalam rangka diskusi metodologi dan diseminasi penguatan pendidikan karakter dan moderasi beragama bagi anak-anak terutama di tingkat TK maupun PAUD,” pungkasnya.

Baca juga  Bongkar Bak Sampah di Jalan Protokol, Kepala Dinas LH : Ini Untuk Menciptakan Kota Sungailiat Bersih Sampah

Direktur Eksekutif Rumah KitaB, Lies Marcoes mengucapkan terimakasih atas diperkenankannya peluncuran Buku Modul Mendampingi Anak Didik Belajar dengan Gembira & Berakhlakul Karimah Aktif.

“Saya berterima kasih sudah diperkenankan meluncurkan buku ini. Buku ini adalah lanjutan dari riset-riset kami yang diperuntukkan untuk guru-guru TK,” katanya.

Jurnalis: JAM