BANGKA, BNBABEL.COM – Guna mendorong peningkatan hasil tangkap bagi para nelayan, Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Perikanan selalu rutin menyalurkan bantuan kepada nelayan setiap tahunnya. Bantuan yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ataupun Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat ini biasanya diberikan berupa fasilitas dan perlengkapan alat tangkap hingga perahu.
Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Effendi Harun menyesalkan jika bantuan yang disalurkan tersebut belum termanfaatkan secara optimal di kalangan nelayan. Ia katakan dari hasil pantauan yang dilakukan di lapangan, ternyata saat ini masih banyak nelayan yang tidak memiliki perahu atau menyetorkan hasil tangkapan kepada bos pemilik perahu.
Tentunya, menurut Efendi Harun kondisi itu akan berdampak terhadap kesejahteraan nelayan. Yang mana, kerja keras nelayan tidak bisa sepenuh dinikmati karena masih harus menjual hasil tangkapan ke pemilik perahu.
“Bagaimana hidup nelayan ingin sejahtera kalau mereka tidak memiliki kapal sendiri. Yang terjadi saat, masih banyak yang berprofesi sebagai nelayan akan tetapi kerja dengan pemilik kapal. Nah kondisi seperti ini yang akhirnya berdampak pada terbatasnya pendapatan nelayan,” ujarnya, Minggu (9/4/2023).
Permasalahan inilah, menurut Effendi, yang terjadi sejak dulu dan perlu diatasi bersama, agar bantuan yang disalurkan pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Pihaknya juga tidak mengetahui, pemanfaatan bantuan yang disalurkan tersebut apakah benar-benar digunakan secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas nelayan, mengingat lemahnya pengawasan.
“Kalau dihitung-hitung, kita setiap tahunnya rata-rata menyalurkan bantuan kapal sekitar 50 hingga 100 unit kapal untuk nelayan. Namun kami tidak melihat dampak yang signifikan dari bantuan tersebut. Kita sudah bantu banyak tapi dampaknya positifnya tidak terlihat, inilah yang jadi masalah bersama,” pungkasnya. (Ibnu/Rd)






