Gangguan perjalanan ke Karibia membuat keluarga lokal terdampar setelah operasi di Venezuela

FILADELPHIA (WPVI) — Beberapa keluarga dari wilayah Philadelphia kesulitan untuk pulang ke rumah setelah perjalanan liburan ke Karibia diperpanjang karena pembatalan penerbangan terkait dengan operasi baru-baru ini di Venezuela.

Meskipun pembatasan penerbangan setelah misi di Venezuela telah dicabut, para pelancong mengatakan bahwa dampaknya terus mengganggu rencana di seluruh Karibia.

Emily Cheramie-Walz dari Elkins Park mengatakan keluarganya yang beranggotakan lima orang dari Montgomery County terjebak di Saint Martin hingga Jumat. Mereka seharusnya terbang pulang pada hari Sabtu, namun penerbangan mereka dibatalkan karena pembatasan penerbangan sebelumnya di wilayah tersebut.

“Jika Anda tinggal di negara asing selama seminggu lagi, kita semua berada dalam ketidakpastian. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi,” katanya.

Penundaan ini berdampak lebih dari sekedar rencana perjalanan. Cheramie-Walz dijadwalkan untuk dilantik sebagai komisaris Kotapraja Cheltenham pada Senin malam, sebuah pencapaian yang sekarang dia harap dapat dihadiri secara virtual.

Baca juga  Komisi I DPR RI ucapkan terimakasih kepada Wagub Babel Abdul Fatah,seperti ini penjelasannya

“Kami punya pekerjaan. Kami punya sekolah. Saya tidak akan mengambil sumpah besok. Ini adalah biaya yang tidak kami rencanakan untuk dikeluarkan. Ini sangat menegangkan,” katanya.

Juga terdampar di Saint Martin adalah Pete Santoro dari Landenberg, Chester County, seorang ahli bedah yang bepergian bersama istri dan dua putranya. Santoro mengatakan gangguan tersebut mempunyai konsekuensi di luar keluarganya.

“Benar-benar buruk bagi pasien. Operasi mereka akan tertunda,” tambahnya.

Setelah penerbangan dibatalkan, Santoro dan keluarganya memesan ulang untuk keberangkatan hari Sabtu. Dia mengatakan ketidakpastian telah berdampak buruk.

“Saya benar-benar tidak tidur. Saya online atau menelepon dan sepanjang hari mencoba mendapatkan sesuatu,” katanya.

Tidak semua pelancong tertinggal. Ashley Shapiro dan tunangannya, Casey Snyder, keduanya dari Cherry Hill, New Jersey, kembali dari Aruba. Mereka cukup beruntung mendapatkan jalan pulang setelah menjelajahi berbagai pilihan.

Baca juga  Tidak, pembaruan iOS terbaru tidak akan memberikan akses Starlink ke iPhone Anda

“Semua orang berhak bertepuk tangan saat pesawat ini mendarat,” kata Shapiro.

Snyder mengatakan pasangan itu mempertimbangkan jalur tidak langsung melalui banyak negara hanya untuk bisa kembali.

“Kami melihat setiap kemungkinan. Awalnya kami memesan penerbangan dari Aruba ke Kolombia ke Toronto. Kami akan berkendara dari Toronto hanya untuk pulang,” katanya.

Pasangan itu akhirnya menemukan penerbangan ke Atlanta dan diperkirakan mendarat di Philadelphia pada pukul 1 pagi hari Senin.

“Hanya itu yang ingin kami lakukan adalah sampai ke tanah AS. Rasanya luar biasa, saya bisa menangis,” kata Snyder.

American Airlines mengatakan pihaknya menambahkan 5.000 kursi tambahan, penerbangan ekstra, dan pesawat yang lebih besar untuk membantu penumpang pulang. Wisatawan diimbau untuk terus mengecek langsung ke maskapai penerbangan mereka untuk mendapatkan informasi terkini.

Hak Cipta © 2026 WPVI-TV. Semua Hak Dilindungi Undang-undang.

Baca juga  Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Tempilang, Polsek Bantu Padamkan Api

BN Babel