Kepala Pelaksana BPBD Bangka Sebut Pengelola Tempat Wisata Wajib Penuhi Unsur Sapta Pesona

BANGKA, BNBABEL.COM – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, Ridwan menyebutkan bagi pengelola tempat wisata harus memenuhi unsur Sapta Pesona, Rabu (14/6/2023).

Pasalnya apabila belum memenuhi unsur tersebut Dinas Pariwisata wajib mengevaluasi agar tidak terjadi korban jiwa. Perlu diketahui bahwa Sapta Pesona adalah tujuh unsur yang terkandung di dalam setiap produk wisata serta dipergunakan sebagai tolok ukur peningkatan kualitas produk pariwisata.

Sapta Pesona terdiri dari unsur-unsur Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan, dan Kenangan. Sapta Pesona merupakan syarat yang harus dimiliki oleh suatu daya tarik wisata untuk menarik wisatawan agar berkunjung ke tempat wisata tersebut. Suatu objek wisata harus menciptakan suasana yang indah dan menawan dimana pun dan kapan pun.

Baca Juga :

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Belitung Berkolaborasi dengan PT Timah Tbk Gelar Jalan Sehat Pungut Sampah di Kawasan Wisata

 

“Apalagi di tempat-tempat yang banyak dikunjungi wisatawan, termasuk bagaimana saat melayani wisatawan. Dengan kondisi dan suasana yang menarik dan nyaman, wisatawan akan merasa betah, merasa puas dengan kunjungannya dan menciptakan kenangan indah dalam hidup mereka,” terang Ridwan.

Baca juga  Jelang Idul Fitri, Sat Lantas Polres Bangka Gelar OKM 2023

Penerapan Sapta Pesona merupakan salah satu upaya untuk memberikan pelayanan prima kepada wisatawan, khususnya di daerah yang memiliki daya tarik wisata seperti desa wisata dan memberikan rasa aman pada saat berwisata karena mereka sudah membayar biaya masuk untuk berwisata.

Unsur Sapta Pesona terdiri dari tujuh unsur yaitu Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan
1. Aman
Keadaan dimana wisatawan dapat merasa aman, bebas dari ancaman, gangguan, kekerasan dan kriminalitas, kejahatan, pencurian, pemerasan, penangkapan, penipuan dan lain sebagainya.

Termasuk gangguan yang disebabkan oleh masyarakat seperti pemaksaan oleh pedagang kaki lima, tangan-tangan jahil, kata-kata dan perbuatan serta perilaku yang tidak mengenakkan. Terhindar dari penyakit menular dan penyakit berbahaya lainnya dan kecelakaan yang disebabkan oleh peralatan dan fasilitas yang tidak memadai. Dengan terciptanya keamanan dengan demikian berarti terjaminnya keselamatan jiwa dan raga wisatawan, juga bagi objek wisata.

2. Tertib
Kondisi yang mencerminkan suasana teratur dan disiplin dalam segala bidang kehidupan masyarakat, termasuk dalam pergerakan kendaraan, penggunaan sarana dan berbagai perilaku masyarakat lainnya.

Baca juga  Masa jabatan PD Inaker Babel segera berakhir,Aboul ditunjuk kembali oleh KDP dan Sekjend PP Inaker sebagai Ketua

3. Bersih
Kondisi yang memiliki ciri bersih dan higienis, termasuk di dalamnya kondisi lingkungan, fasilitas wisata, fasilitas pelayanan dan orang-orang yang memberikan pelayanan tersebut. Dengan ini wisatawan akan merasa betah dan nyaman berada di tempat yang bersih dan sehat.

4. Sejuk
Menciptakan suasana segar, sejuk dan nyaman melalui penghijauan yang teratur dan asri berupa taman dan ruang hijau di setiap lingkungan pada objek wisata.

5. Indah
Berupa ketertiban, keteraturan dan keharmonisan dalam hal infrastruktur, ruang, penggunaan skema warna yang harmonis, dan selaras dengan lingkungan, menunjukkan ciri-ciri kepribadian bangsa.
Indah, selalu sesuai dengan kebersihan dan ketertiban, serta tidak terpisahkan dari lingkungan, baik berupa ciptaan Tuhan Yang Maha Esa maupun karya manusia. Oleh karena itu, kita memiliki tanggung jawab untuk melestarikan lingkungan agar lestari dan dapat dinikmati umat manusia.

BACA JUGA: 3 Tempat Wisata Kuliner di Malaysia Ini Wajib Dijelajahi, Pasti Kenyang!

Baca juga  Ini Pesan Wabup Bangka Saat Ajak Ngopi Bareng Awak Media

6. Ramah Tamah
Sikap dan perilaku masyarakat lokal yang berkomunikasi dengan ramah dan sopan kepada wisatawan, seperti menawarkan jasa dan mudah membantu tanpa pamrih.

Keramahtamahan adalah sifat dan budaya orang Indonesia yang selalu menghormati tamu dan menjadi tuan rumah yang baik. Sikap hangat ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan, sehingga harus dipertahankan.

7. Kenangan
Kesan yang menyenangkan dan akan selalu dikenang setelah mengunjungi sebuah objek wisata. Kenangan bisa indah dan menyenangkan, tapi bisa juga tidak nyaman. Kenangan yang ingin diwujudkan oleh wisatawan dalam ingatan dan perasaan berwisata di Indonesia itu sendiri menyenangkan.

“Sapta Pesona dan tujuan penyelenggaraannya begitu luas, tidak serta merta untuk pariwisata saja. Sosialisasi dan penerapan Sapta Pesona dalam kehidupan sehari-hari memiliki tujuan yang jauh lebih luas, yaitu untuk memperkuat disiplin kebangsaan dan jati diri bangsa, yang juga meningkatkan citra baik bangsa dan negara.
bila pengelola wisata tidak mempedulikan 7 sapta pesona pariwisata wajib untuk di evaluasi kepengurusan wilayah wisata,” pungkasnya. (Ibnu/Rd)