Museum Timah Pangkalpinang Libatkan Pengunjung dalam Sejarah Tambang

BABEL, BN BABEL.

PROVINSI Kepulauan Bangka Belitung, penghasil timah terbesar di Indonesia, memiliki Museum Timah Indonesia (MTI) Pangkalpinang.

“Museum ini adalah yang pertama di Asia yang menawarkan topography augmented reality. Ini memungkinkan kita memahami kontur permukaan bumi dengan bermain pasir kuarsa yang lembut,” kata M. Taufik, Kepala Museum Timah Indonesia Pangkalpinang.

Sistem topography augmented reality ini terdiri dari komputer, sensor, proyektor, dan media pasir.

“Dengan sistem ini, pengunjung dapat belajar tentang konsep elevasi permukaan model secara realtime. Kami akan memperlihatkan degradasi warna karena perbedaan ketinggian, bentuk, dan kerapatan garis kontur serta simulasi gerakan air di muka bumi,” tambah Taufik.

Pengunjung juga dapat mencoba teknologi Realitas Virtual (VR) di museum ini.

“Saat menggunakan VR, Anda bisa merasakan sensasi berada di kapal keruk, salah satu alat penambangan yang di gunakan untuk menambang timah di laut,” ungkap Taufik.

Baca juga  Satu Minggu di Gelar, Capaian Vaksin Anak di Bangka 70.54 Persen

Di rinya pun mengatakan jika di sini, kita dapat melihat proses penambangan yang di lakukan secara langsung.

Selain itu, museum ini memiliki Studio Mini, tempat para pengunjung dapat menonton proses bisnis PT Timah Tbk, termasuk program reklamasi dan CSR.

“Kami terus berinovasi untuk menghadirkan hal-hal yang baru seperti menambah koleksi, maupun menghadirkan sentuhan teknologi yang bisa menarik perhatian pengunjung untuk datang kembali ke museum,” kata Taufik.

Hingga September 2023, jumlah pengunjung yang datang ke MTI Pangkalpinang sudah mencapai 13.107 orang, yang terdiri dari pelajar dan masyarakat umum.

Selain mengunjungi museum, pengunjung juga dapat menikmati layanan city tour, berkeliling tempat bersejarah di Kota Pangkalpinang dengan menggunakan Pownis, kendaraan tradisional masyarakat Bangka.(*)